Sejuta Motivasi Anak Negeri, sejuta motivasi untukku
Assalamu’alaikum, :)
Teman, sengaja saya tag notes ini kepada kalian karena saya ingin menyampaikan berita gembira bagi kalian sekaligus berbagi informasi bagi sesama kita yang rindu dan memimpikan Indonesia yang mandiri, damai, dan sejahtera.
Apa yang saya lakukan pada akhir minggu kemarin adalah sesuatu yang tidak biasa. Berawal dari salah satu tulisan di blog seorang founder SMAN (Sejuta Motivasi Anak Negeri) chapter Jakarta yang menceritakan bahwa SMAN akan diadakan di Jakarta, saya akhirnya memberanikan diri untuk menjadi volunteer dan mengikuti segala macam berita terbaru tentang SMAN. Dimulai dari apa itu SMAN, visi & misi yang mereka usung, dan apa saja program yang telah mereka selenggarakan. Dari semua bacaan-bacaan yang saya telan itulah saya memberanikan diri untuk ikut andil. Karena ketika membaca semuanya itu saya merasa malu dan tersindir sebagai seorang pemuda Indonesia yang seharusnya juga memberikan andil dalam masyarakatnya, tapi pada kenyataannya belum pernah mencoba membantu masyarakat tanpa berpikir pamrih.
Ketika akhirnya saya berkomunikasi dengan salah satu anggotanya, saya semakin yakin bahwa saya harus ikut andil dalam program ini. Kemudian, datanglah sebuah email singkat yang mengatakan bahwa acara SMAN Jakarta yang perdana akan dilakukan pada tanggal 5-6 Mei, tepat pada akhir minggu dimana biasanya itu adalah waktu saya bersantai dengan keluarga. Dan melihat waktu yang mereka rencanakan, acara ini memang bukan acara main-main. Mereka merencanakan sebuah acara dari pagi hingga sore hari dengan runtutan acara-acara yang padat. Bukannya saya melemah, entah mengapa saya makin tertantang untuk menjalani semuanya. Walaupun itu adalah waktu bersantai saya, walaupun mungkin di akhir minggu itu saya bisa sedikit mengerjakan tugas akhir saya.
Dan Bismillah!! Saya jalani semuanya. Bangun pagi-pagi sekali supaya tidak terlambat datang dan melakukan 1 jam perjalanan supaya dapat sampai ke tempat tujuan. Alhamdulillah, saya sampai tepat waktu dan disambut dengan baik oleh para panitanya. Tempatnya sederhana, tapi penuh suasana kekeluargaan sehinga membuat saya nyaman untuk berinteraksi satu sama lain. :)
Acara dimulai dengan perkenalan para panitianya dimana para panitia bertingkah lucu sehingga membuat kami para volunteer langsung mencair. Lalu datanglah Mbak Dama sang founder dari AHA dan SMAN ini. Satu yang paling saya ingat dari ucapan mbak Dama adalah: “Bila Ipho Santosa butuh 2 menit untuk menentukan prospek keuangan masa depan seseorang, saya cuma butuh satu detik untuk bisa melihat bahagia atau tidaknya seseorang di masa depan. Kuncinya hanya dari binar matanya. Bila dalam binar mata terang dan penuh impian dan cita, maka masa depan yang cerahlah yang akan kita temukan. Oleh karena itu, saya dan teman-teman ingin membuat pancaran binar-binar mata itu kepada setiap anak Indonesia dengan memberi motivasi yang membangun sehingga dari sanalah Indonesia akan menjadi Indonesia yang lebih baik lagi karena impian dan cita para anak bangsanya.”
Dengan sambutan dari mbak Dama, saya semakin mengerti bahwa SMAN ingin berbagi motivasi kepada seluruh anak bangsa terutama anak-anak yang kurang mendapat perhatian khusus dari banyak orang. Mungkin terlihat sederhana. Hanya menyampaikan motivasi-motivasi kepada anak-anak. Tapi justru dari kesederhanaan itulah saya melihat sebuah semangat membara dari para anggota SMAN. Mereka adalah agen perubahan yang perlu kita dukung dan kalau perlu kita bantu untuk mewujudkan cita-citanya. Siapa yang pada zaman ini mau bersusah payah tanpa dibayar dan menghabiskan hampir separuh waktunya hanya untuk mempersiapkan acara sederhana tapi penuh manfaat ini? Mungkin hanya sedikit. Mbak Dama juga berpesan bahwa, “Dari pengalaman saya, saya pernah berada pada waktu dimana saya mulai berpikir tentang hidup saya. Waktu itu adalah ketika saya bertemu dengan seorang nenek tua yang sedang berjualan es demi memenuhi kebutuhan hidup nya. Lalu saya melihat diri saya sendiri sembari berpikir bahwa saya juga bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Kalau begitu apa beda nya saya yang masih muda ini dengan nenek tua ini. Seharusnya saya bisa berbuat lebih. Dan dari sana lah saya memulai gerakan ini.” Yaah, itu lah mbak Dama yang bisa memberi inspirasi dan memantapkan hati saya lagi (untuk kesekian kali) untuk mengikuti seluruh acaranya sampai selesai.
Di hari yang sama, kami para volunteer diberikan beberapa pelatihan tentang acara pada hari Minggu yang diikuti oleh 50 anak-anak panti asuhan Khadijah Islamic School. Pelatihan yang diberikan pada kami beberapa diantaranya adalah tentang ice breaking, bagaimana menjadi public speaker yang baik, dan cara-cara memberi instruksi saat bermain outbound. Wah pokoknya bermanfaat sekali. (Alhamdulillah :))
Hari kedua, masih pada jam yang sama dengan tempat yang berbeda, saya mengawali hari memasuki sebuah bangunan bertingkat yang penuh dengan suasana semangat. Karena disana sudah bersiap beberapa panitia, sudah terpasang nya spanduk-spanduk SMAN, dan juga saya melihat beberapa adik-adik yang berseliweran dengan wajah penasarannya yang lucu. Saya lambaikan tangan saya yang disambut dengan lambaian penuh semangat oleh mereka, membuat saya semakin semangat melakukan aktifitas ini!
Dengan doa dan spirit morning, acara pun dimulai! Adik-adik masuk ke dalam aula dengan ritual tos kepada seluruh panitia kemudian disambut dengan Ice breaking pertama membuat suasana semakin meriah dan panas. Siap untuk memulai hari, akhirnya Pak Houtman Zainal Arif -vice president citibank- memberi motivasi-motivasi nya. Adik-adik semuanya antusias dan walaupun mungkin motivasi yang diberikan oleh Pak Houtman adalah motivasi yang biasanya saya dengar, tapi saat itu semua kata-kata motivasi itu dapat masuk dengan cepat ke otak dan hati saya. Mungkin karena saya berada di tempat yang tepat dan mungkin juga karena saya ikut termotivasi ketika saya melihat wajah para adik-adik ku itu berbinar-binar mendengar cerita Pak Hotman yang harus memulai karier nya dari seorang office boy itu.
Cerita ini masih panjang sebenarnya dimana pada hari itu saya berinteraksi langsung dengan adik-adik baru ku, masuk menjadi bagian dari salah satu mereka, bercanda, bekerjasama, berbagi cerita & mimpi, maupun saling berjanji untuk bertemu lagi. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah bagaimana rasanya saya mendapatkan semangat dan motivasi booster yang sangat besar dari binar-binar harapan dari mata mereka. (Ya Allah jaga lah mereka dan kabulkan lah mimpi-mimpi mereka).
Masih banyak yang ingin diceritakan, tapi seperti yang saya sampaikan diatas bahwa saya ingin berbagi kabar gembira, yaitu jika kalian ingin mendapat semangat dan motivasi untuk menjalani hari-hari yang semakin monoton ini, maka salah satu caranya adalah berbagi motivasi kepada mereka-mereka yang benar-benar membutuhkan. Efek motivasi yang kalian dapat pasti tidak sama dengan bila kalian hanya melihat kalimat motivasi atau menonton di televisi, lebih dari itu. :)
Written by : Hana Nur Auliana
Teman, sengaja saya tag notes ini kepada kalian karena saya ingin menyampaikan berita gembira bagi kalian sekaligus berbagi informasi bagi sesama kita yang rindu dan memimpikan Indonesia yang mandiri, damai, dan sejahtera.
Apa yang saya lakukan pada akhir minggu kemarin adalah sesuatu yang tidak biasa. Berawal dari salah satu tulisan di blog seorang founder SMAN (Sejuta Motivasi Anak Negeri) chapter Jakarta yang menceritakan bahwa SMAN akan diadakan di Jakarta, saya akhirnya memberanikan diri untuk menjadi volunteer dan mengikuti segala macam berita terbaru tentang SMAN. Dimulai dari apa itu SMAN, visi & misi yang mereka usung, dan apa saja program yang telah mereka selenggarakan. Dari semua bacaan-bacaan yang saya telan itulah saya memberanikan diri untuk ikut andil. Karena ketika membaca semuanya itu saya merasa malu dan tersindir sebagai seorang pemuda Indonesia yang seharusnya juga memberikan andil dalam masyarakatnya, tapi pada kenyataannya belum pernah mencoba membantu masyarakat tanpa berpikir pamrih.
Ketika akhirnya saya berkomunikasi dengan salah satu anggotanya, saya semakin yakin bahwa saya harus ikut andil dalam program ini. Kemudian, datanglah sebuah email singkat yang mengatakan bahwa acara SMAN Jakarta yang perdana akan dilakukan pada tanggal 5-6 Mei, tepat pada akhir minggu dimana biasanya itu adalah waktu saya bersantai dengan keluarga. Dan melihat waktu yang mereka rencanakan, acara ini memang bukan acara main-main. Mereka merencanakan sebuah acara dari pagi hingga sore hari dengan runtutan acara-acara yang padat. Bukannya saya melemah, entah mengapa saya makin tertantang untuk menjalani semuanya. Walaupun itu adalah waktu bersantai saya, walaupun mungkin di akhir minggu itu saya bisa sedikit mengerjakan tugas akhir saya.
Dan Bismillah!! Saya jalani semuanya. Bangun pagi-pagi sekali supaya tidak terlambat datang dan melakukan 1 jam perjalanan supaya dapat sampai ke tempat tujuan. Alhamdulillah, saya sampai tepat waktu dan disambut dengan baik oleh para panitanya. Tempatnya sederhana, tapi penuh suasana kekeluargaan sehinga membuat saya nyaman untuk berinteraksi satu sama lain. :)
Acara dimulai dengan perkenalan para panitianya dimana para panitia bertingkah lucu sehingga membuat kami para volunteer langsung mencair. Lalu datanglah Mbak Dama sang founder dari AHA dan SMAN ini. Satu yang paling saya ingat dari ucapan mbak Dama adalah: “Bila Ipho Santosa butuh 2 menit untuk menentukan prospek keuangan masa depan seseorang, saya cuma butuh satu detik untuk bisa melihat bahagia atau tidaknya seseorang di masa depan. Kuncinya hanya dari binar matanya. Bila dalam binar mata terang dan penuh impian dan cita, maka masa depan yang cerahlah yang akan kita temukan. Oleh karena itu, saya dan teman-teman ingin membuat pancaran binar-binar mata itu kepada setiap anak Indonesia dengan memberi motivasi yang membangun sehingga dari sanalah Indonesia akan menjadi Indonesia yang lebih baik lagi karena impian dan cita para anak bangsanya.”
Dengan sambutan dari mbak Dama, saya semakin mengerti bahwa SMAN ingin berbagi motivasi kepada seluruh anak bangsa terutama anak-anak yang kurang mendapat perhatian khusus dari banyak orang. Mungkin terlihat sederhana. Hanya menyampaikan motivasi-motivasi kepada anak-anak. Tapi justru dari kesederhanaan itulah saya melihat sebuah semangat membara dari para anggota SMAN. Mereka adalah agen perubahan yang perlu kita dukung dan kalau perlu kita bantu untuk mewujudkan cita-citanya. Siapa yang pada zaman ini mau bersusah payah tanpa dibayar dan menghabiskan hampir separuh waktunya hanya untuk mempersiapkan acara sederhana tapi penuh manfaat ini? Mungkin hanya sedikit. Mbak Dama juga berpesan bahwa, “Dari pengalaman saya, saya pernah berada pada waktu dimana saya mulai berpikir tentang hidup saya. Waktu itu adalah ketika saya bertemu dengan seorang nenek tua yang sedang berjualan es demi memenuhi kebutuhan hidup nya. Lalu saya melihat diri saya sendiri sembari berpikir bahwa saya juga bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Kalau begitu apa beda nya saya yang masih muda ini dengan nenek tua ini. Seharusnya saya bisa berbuat lebih. Dan dari sana lah saya memulai gerakan ini.” Yaah, itu lah mbak Dama yang bisa memberi inspirasi dan memantapkan hati saya lagi (untuk kesekian kali) untuk mengikuti seluruh acaranya sampai selesai.
Di hari yang sama, kami para volunteer diberikan beberapa pelatihan tentang acara pada hari Minggu yang diikuti oleh 50 anak-anak panti asuhan Khadijah Islamic School. Pelatihan yang diberikan pada kami beberapa diantaranya adalah tentang ice breaking, bagaimana menjadi public speaker yang baik, dan cara-cara memberi instruksi saat bermain outbound. Wah pokoknya bermanfaat sekali. (Alhamdulillah :))
Hari kedua, masih pada jam yang sama dengan tempat yang berbeda, saya mengawali hari memasuki sebuah bangunan bertingkat yang penuh dengan suasana semangat. Karena disana sudah bersiap beberapa panitia, sudah terpasang nya spanduk-spanduk SMAN, dan juga saya melihat beberapa adik-adik yang berseliweran dengan wajah penasarannya yang lucu. Saya lambaikan tangan saya yang disambut dengan lambaian penuh semangat oleh mereka, membuat saya semakin semangat melakukan aktifitas ini!
Dengan doa dan spirit morning, acara pun dimulai! Adik-adik masuk ke dalam aula dengan ritual tos kepada seluruh panitia kemudian disambut dengan Ice breaking pertama membuat suasana semakin meriah dan panas. Siap untuk memulai hari, akhirnya Pak Houtman Zainal Arif -vice president citibank- memberi motivasi-motivasi nya. Adik-adik semuanya antusias dan walaupun mungkin motivasi yang diberikan oleh Pak Houtman adalah motivasi yang biasanya saya dengar, tapi saat itu semua kata-kata motivasi itu dapat masuk dengan cepat ke otak dan hati saya. Mungkin karena saya berada di tempat yang tepat dan mungkin juga karena saya ikut termotivasi ketika saya melihat wajah para adik-adik ku itu berbinar-binar mendengar cerita Pak Hotman yang harus memulai karier nya dari seorang office boy itu.
Cerita ini masih panjang sebenarnya dimana pada hari itu saya berinteraksi langsung dengan adik-adik baru ku, masuk menjadi bagian dari salah satu mereka, bercanda, bekerjasama, berbagi cerita & mimpi, maupun saling berjanji untuk bertemu lagi. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah bagaimana rasanya saya mendapatkan semangat dan motivasi booster yang sangat besar dari binar-binar harapan dari mata mereka. (Ya Allah jaga lah mereka dan kabulkan lah mimpi-mimpi mereka).
Masih banyak yang ingin diceritakan, tapi seperti yang saya sampaikan diatas bahwa saya ingin berbagi kabar gembira, yaitu jika kalian ingin mendapat semangat dan motivasi untuk menjalani hari-hari yang semakin monoton ini, maka salah satu caranya adalah berbagi motivasi kepada mereka-mereka yang benar-benar membutuhkan. Efek motivasi yang kalian dapat pasti tidak sama dengan bila kalian hanya melihat kalimat motivasi atau menonton di televisi, lebih dari itu. :)
Written by : Hana Nur Auliana
SELAMAT DATANG DI OFFICIAL SITE SMAN
SEJUTA MOTIVASI ANAK NEGERI (SMAN) merupakan charity program dari ASIC
yang bertujuan untuk menginspirasi anak muda Indonesia untuk menyadari
potensi hebat yang dimiliki dirinya dan mengolahnya menjadi karya hebat
penuh manfaat sebagai bekal pertemuan dengan Tuhannya kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar